Pijat dan Kerik
Ibu saya penggemar pijat dan kerik, bahkan sudah menjurus ke hobby, maklum diusianya yang menjelang enam dekade, blio masih aktif bekerja, dalam seminggu pulang pergi keluar kota sudah biasa. Kalau dirumah saja nggak ngapa-ngapain malah jadi sakit, begitu alasannya tiap kali saya peringati untuk mengurangi kegiatannya.
Akhirnya kalau kecapean hanya dengan menekan tombol telepon, tukang urut sudah siap action dirumah. Waktu berjam-berjam bisa habis untuk pijat dan kerik ditambah bonus betat betot persendian. Leher, jari-jemari, punggung bunyi bergemeletukan.
"Apa nggak sakit ma?" mendengarnya saja saya sudah ngilu.
"Nggak, malah enak, badan jadi enteng, tidur jadi nyenyak." sanggahnya.
Saya juga suka pijat dan kerik, tapi nggak berani kalo sampe dibetot-betot, melihat badan si mak yang besar, saya takut kalo dia kebablasan energi leher saya bisa tengkleng permanen.
Kalau nyareri awak sudah tidak tertahankan, saya minta suami untuk pijat dan kerik, itu pun seringkali diselingi omelannya.
(+) "Kerik itu sama dengan perbuatan menyiksa diri, nggak ada untungnya, malah bisa merusak syaraf-syaraf halus dibawah kulit."
(-) "Masa sih, nantinya badan jadi enak koq."
(+) "Aah sugesti, orang bule nggak pernah dikerik mereka oke-oke aja, kalo sakit pergi ke dokterlah."
(-) "Ini kan cuma pegel masuk angin biasa, lagian ke dokter gak jamin sakitnya ilang, malah badan dijejelin obat-obatan kimia."
Demikian dialog telenovela suami istri soal pijat dan kerik. Dalam hati mungkin ada benarnya juga omongan suami, itu sebabnya juga kali kalo mama dipijat selalu minta lebih keras, karena terlalu sering bisa jadi syaraf di kulitnya sedikit kebal rasa, tapi cepat-cepat saya usir pikiran buruk. Bagi saya pijatan mama adalah pijatan paling nikmat sedunia, tidak ada seorang pun yang mampu menggantikannya, mungkin yang jadi soal bukan pijatannya tapi sentuhan hangat cintanya yang mengalir lewat jari-jemari keriputnya menyembuhkan jiwa raga saya.
Blio mengajari saya memijat anak-anak, ditambah sdikit ketrampilan yang saya dapat dari parentcraft waktu saya melahirkan putri bungsu saya dulu, kalau anak-anak saya rada hare'eng (suhu tubuhnya hangat), kecapean atau perut kembung dengan pijatan cinta alhamdulillah mereka sehat kembali, asalkan tidak menyalahi aturan main, segala sesuatu yang dilakukan berlebihan hasilnya akan tidak baik.
Satu hari saya dengar ibu saya sakit, bahu dan tangan kanannya tidak bisa digerakkan, jari jemarinya pun ba'al (mati rasa), tubuhnya tidak bisa digerakkan secara mendadak karena blio akan menjerit kesakitan karena punggungnya serasa ditusuk dari belakang. Diagnosa dokter sementara mengatakan kalau kemungkinan ada syaraf di tulang belakangnya yang terjepit ditambah adanya proses pengapuran dan asam urat. Sementara ibu menjalani pengobatan, saya berdoa agar kondisi blio bisa pulih seperti sediakala.
Maafkan kami, mungkin kemarin eyangti kecapean nuntun Ica sambil nyanyi "Titah, titah, titah.. Ica dapat berjalan" atau megangin Hani yang bolak balik jatuh maen sepatu roda atau mendengarkan sgala keluh kesah isi hati mama.. yangti cepet sembuh ya..
Ini terkadang yang membuat saya menyesali keberadaan saya yang jauh dari ibu, tidak bisa selalu berada disisinya dalam suka duka, sakit dan sehat, sementara sejak saya kecil dalam kondisi tanpa daya hingga sekarang blio selalu ada dalam setiap saat.
Sekarang saya lebih memahami perkataanya "I'm your mother, it is my right to be worry no matter how old you are."
Dan kekhawatiran saya semakin bertambah.


7 Comments:
Kendy, mudah2an Yangti Hani dan Ica segera sembuh dan pulih seperti sediakala. Sedih bacanya, mogaa2 tambah baik.
semoga lekas sembuh ya
ibunya mas handri jg udah kecanduan pijat kerik plus yg pake gelas gitu kek ditarik2 jd ada bekas merah2^o^.
hee, yangti lagi sakit, doh pasti ga enak banget d lo Ken...moga2 cepet sembuh ya. Pantez dari maren2 blog lo bilang lo pengen pulang mulu...mo nanya lufa terus, ee kejawab d, cepet sembuh ya yang-ti...
Ken, mau coba pengobatan alternatif nggak? Kakak perempuanku juga gitu, dokter syaraf memvonis ada syarafnya yg kejepit, sampe udah nggak bisa jalan. Sekarang, Alhamdulillah, 2x terapi tusuk jari, dia udah sembuh. Salam hormat & sayang buat Yangtinya calon mantu.
Ken, kok sepi...lagi sibuk ato lagi balik indo??? Semua sehat ???
Lo gag pp kan...moga ga ada apa2 ya.
thx Ken...^o^. gw mikirnya nyokap lo ajah...abis lo bilang pengen balik indo mulu...ya sutra kl semua sehat ^o^, syukurlah.
kendy, moga2 mama cpt sehat lagi ya. hiks, jd kangen sama ibuku, apalagi aku suka sebel dengerin beliau kalo lagi ngomel, tapi kalo hbs baca yg kaya gini jd terharu nih :(
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home