Saturday, May 14, 2005

Awal 2000

Setelah beberapa bulan menikah, saya mengundurkan diri dari kantor dan menyusul suami di Tokyo, kami tinggal di Shiroganedai, daerah Meguro, kira2 dua bus stop dari kbri dan nggak seberapa jauh juga dari SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo)

Perubahan drastis jadi ibu rumah tangga berasa banget disini, belum lagi adaptasi dgn lingkungan baru, biasa jam 6 pagi sudah berkeliaran menuju Bekasi, tiba-tiba menganggur. Bingung mau ngapain, takaran air untuk masak nasi aja saya nelpon mama, palagi masak? Gini deh nyesel kalo dulu-dulu nggak pernah nginjek dapur.

Apato kami cuma beberapa meter bersebrangan dengan juta milik Tokyo Daigaku (Todai), disini saya mengenal beberapa gakko asal Indonesia yang tengah studi di Todai, jadilah saya lebih banyak berteman dengan pelajar ketimbang ibu2, posisi saya gak jelas juga, pelajar bukan, ibu2 juga belum. Ibu2 Indo disini umurnya rata2 jauh senior diatas saya.

Weekend kita sering ngumpul dengan teman2, entah itu nonton, jalan, karaoke atau nongkrong di satu tempat buat masak bareng dan ngobrol ngalur ngidul, tapi itu juga sesekali kalo mereka nggak lagi sibuk sekolah atau kerja.

Lucunya karena rata2 sudah pada lama tinggal disana, gaya dan kebiasaan mereka sudah seperti nihon-jin yang demen karaokean, onsen, para-para dancing atau ngebahas games (dulu jaman PS 2 baru gress keluar di jepang), trus nge-gossip artis2 jepang norika fujiwara dll. Saya mah cuma bengong, buta soal selebrities negeri sakura ini, untung mereka nggak ikut keranjingan pachinko hehe... tapi saya salut dengan kegiatan beribadah mereka yang tetep jalan terus, semangat belajar yang kuat dan perjuangan keras di kampung orang yang serba mahaal ini

Dari dulu tamu bulanan saya selalu datang dengan rasa sakit, nyaris cuti haid tiap bulan saya ambil, setelah diperiksa ada endometriosis di rahim, kebetulan dokter Lina Tanaka yang praktek didaerah Roponggi orang Indonesia asli, jadi komunikasi gak masalah, berhubung kemampuan nihon-go saya juga berantakan abees, setelah berobat dengan beliau, gak berapa lama saya hamil, setelah telat beberapa minggu, test pack menunjukan tanda positif.. alhamdulilah...

Kehamilan saya berjalan lancar tanpa mabok, setiap hari saya sering jalan dan naik turun tangga 4 lantai apato, sampai akhirnya di kehamilan bulan ke-5 saya terinfeksi salmonella, karena lemah dan dehidrasi saya harus menginap di Hiroo byoin selama beberapa hari. Setelah berbotol-botol cairan infus dan antibiotik, saya diperbolehkan pulang. Dokter menduga saya terinfeksi salmonella dari telur setengah matang yg sering saya konsumsi, maklumlah ibu muda nan cupu, wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan setengah matang

Bulan berikutnya saya harus siap-siap packing untuk ikut suami pindah ke Singapore, lagi2 teman2 pelajar disana yang banyak membantu kami dan mereka dengan senang hati menerima hibah seluruh isi rumah kami mulai dari mesin cuci, tv, kulkas, perabotan sampai shampoo. Makasih semua, sayang sebagian banyak yg udah hilang kontak.

Suginokiya supa, lawson confinient store, toko coklat deket rumah, kehiruk-pikukan shinjuku, harajuku dan shibuya, kafe-kafe jalanan daerah ginza, pernak pernik lucu khas jepang di asakusa, setengah perjalanan rame2 ke gunung fuji, salahnya pergi pas golden week, macet banget.. taihen ne! hyaku-en, uniqlo, toko stock makanan indo di ikebukuro, pasar IT akihabara, yamanote line, JR dan subwaynya, meguro eki, ueno park tempat farewell kita dengan temen2 dlsb... some bad and good memories remains....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home