Saturday, May 07, 2005

Kisah Seorang Ibu

Obrolanku dengan seorang ibu menjelang hari ibu tahun yang lampau..
Setelah beberapa bait intro..
Aku : Ibu bekerja?
Ibu x : Tidak, ingin sekali, dari tadi cari2 nggak dapet, pusing.. mampir sebentar kesini
Aku : Ingin sekali bekerja ya?

Ibu x : Iya, walaupun mungkin kesempatannya buat saya tipis, suami saya kerjaannya nggak tetap, saya khawatir dengan masa depan anak2

Aku : Anak2 umur berapa?.. kalo kita terus berusaha kesempatan akan datang, soal rezeki kan ada yang ngatur (balasku menyemangati)

Ibu x : (icon smiling) mereka 3 thn dan 7bln, tapi masalahnya ijazah saya disembunyikan suami, dia tidak mau saya bekerja, kami dikurung dirumah, pintu dikunci dari luar kalau dia pergi, dia takut kalau saya akan seperti ibunya yang main gila dengan lelaki lain

Aku : Astaga.. koq sampai begitu? coba masalahnya mba dan suami bicarakan baik2

Ibu x : Percuma, saya sudah ratusan kali berusaha bicara baik2, tapi dia jadi beringas, dan akhirnya saya akan dipukuli lagi, suami saya kejam, dia seringkali menyakiti saya, tidak peduli saya sedang sakit atau hamil, saya sudah seringkali keguguran, waktu hamil anak kedua, saya ditendang dan dilempar dengan jemuran, untung bayi saya bisa selamat, dengan anak2 pun dia kasar, kasihan mereka, ketakutan kalau bapaknya ada dirumah

Aku : Astaghfirullah, itu sudah nggak benar, coba minta bantuan keluarga untuk bicara dengan suami mba

Ibu x : Dari kecil saya tinggal di panti asuhan, satu2nya keluarga cuma ibu angkat saya, tapi dia sudah tua dan pikun, percuma bicara dengan orang pikun, nama cucu2nya saja dia lupa... tidak ada yang bisa membantu saya dan anak2 kecuali saya sendiri.. dulu saya bisa selesai sekolah karena beasiswa yang saya terima, lalu ibu angkat saya membantu saya kuliah, setelah selesai saya tidak sempat bekerja, tapi langsung menikah dengan orang yang salah..

Hening sejenak.. aku seperti terhenyak.. tidak mampu berkata-kata..

Aku : Tapi suami mba harus diobati atau dihentikan perilakunya supaya tidak terus-menerus menyakiti istri dan anak2nya, ke psikiater, lembaga perempuan atau bagaimanapun caranya.. saya seperti nggak percaya dengan apa yang saya dengar, mba benar2 harus kuat dan tabah..

Ibu x : Untuk apa saya cerita bohong?... saya sedang mencari jalan untuk bisa kabur dan bekerja apa saja, yang penting saya harus menyelamatkan diri dan anak2...

Aku : tapi mba...
Sambungan terputus dan aku mematung entah untuk berapa lama...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home