24 tahun yang lalu
Rumah itu type coupled kecil dengan 2 kamar tidur, ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan, dapur, kamar mandi dan bagian cuci disamping kiri luar rumah, 2 pohon melinjo dan pohon nangka besar di halaman depan rumah... lima tahun kami menempatinya...
Tiga ratus meter kedepan ada kelenteng cina besar, tempat warga keturunan penganut kong hu chu menjalankan acara spiritualnya, sy sering main kasti dengan teman2 di halaman sampingnya yang luas
Sebagian warga disana masih penduduk asli, sebagiannya lagi warga keturunan cina yang telah tinggal disana selama yang pernah mereka ingat, warga keturunan tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai pembuat tahu, sy masih ingat bau menyengat dari ampas buangannya, tapi tahu buatan mereka enak sekal, mungkin karena bikinnya diinjek-injek yak?...
Rata2 rumah di kampung itu terbuat dari kayu, dengan jarak antar rumah yang rapat, sebagian dari rumah kayu tersebut bermodel panggung karena didirikan diatas rawa2
Di ujung gang kampung bersebrangan dengan kompleks polisi, beken dengan sebutan kompleks pakri, sy dan teman2 sering main sepeda disini karena jalanan di kompleks tersebut yang luas, beraspal dan sepi dari mobil2 yang berseliweran, kadang main tak kenal waktu siang sore, hingga subuh pun selesai makan sahur sy berkeliaran dengan sepeda kesayangan disini.
Tak terhitung omelan mama yang menegur sy yang kerap main gak kenal waktu... hingga satu waktu sy pulang dengan pintu rumah terkunci dan hukuman gak bole bersepeda ria untuk waktu yang lama
Saat itu anak2 mudanya gandrung dengan radio panggil amatir, jadilah dari rumah ke rumah di kampung itu kawat2 kabel berseliweran tanpa aturan.
Ibu2 RTnya demen manteng di radio dengerin drama radio saur sepuh Brama Kumbara. Sy kalo lagi main kumpul bocah tiba2 bisa bubar kocar-kacir berlarian kerumah masing2 kalo denger intro panggung boneka 'Si Unyil' dimulai...


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home