Kepergian seorang Ibu
Demi mendengar kata-kata terakhirmu sebelum menutup telpon ingiiiin rasanya saat itu juga tumbuh sayap lalu terbang kesana menemanimu yang saat itu sendirian dalam perjalanan dari kantor menuju rumah sakit tempat kamu akan melangsungkan pernikahanmu yang tidak pernah terduga akan seperti ini jadinya.
Pikiran saya melayang-layang ke masa lalu, teringat kita demen nonton serial Chips dan Eric estrada aktor jadul favoritmu, teringat kita masak-masakan berdua permainan yang gak pernah ada matinya, teringat kita jambak-jambakan berantem gara-gara buku mewarnai, teringat baju-baju kembaran kita yang selalu dipakai tiap kali kita ulang tahun, teringat nge-date bareng, teringat curhat sampe malam tiap kali putus cinta, teringat eksperimen aromatheraphy-mu di malam terakhir saya menjadi lajang. Lalu hari ini saya ingiiiin kesana..
Ingin berada disampingmu saling menghapus airmata seperti dulu, menemani ijab kabulmu di ruangan ICU. Mungkin beliau dalam komanya memang menunggu dan ingin menyaksikan saat bersejarah dalam hidupmu ini. Tidak disangka kalau permintaan beliau dulu untuk segera melangsungkan pernikahanmu karena sisa waktunya yang tidak banyak, tapi siapa yang mengira beliau akan pergi secepat ini?
Setelah kalian sah menjadi suami istri, dua jam kemudian beliau pergi untuk selamanya.. sepertinya tenang karena anaknya telah berada di tangan yang terbaik. Subhanallah betapa indahnya kasih ibu tiada yang mampu melukiskan.


6 Comments:
*sedih* ...
jadi mengingatkankan sama almarhumah ibuku*sedih*
jd terharu...
kata2nya begitu mengena.
ken..maaf, abis balik jakarta? smua sehat? smoga baek2 ya...
Thank you darling...percaya gak sih, gw nangis gitu pas lagi baca blog elo ..hiks...Thanks for all your support...
halah ini entry... meuni mellow sekale...bikin kangen sama ibu eyang :(
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home